“Benar” (Saleh) dan “Adil”

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” (Romans 5:9)
Setiap kali kita menemukan ungkapan kata adil dalam Alkitab (“just” dalam teks bahasa Inggris), sebenarnya kita bisa saja menggantikannya dengan ungkapan kata benar atau saleh (“righteous” dalam bahasa Inggris). Demikianlah halnya, baik dalam bahasa Ibrani yang digunakan di Alkitab PL (Perjanjian Lama), maupun dalam bahasa Yunani Alkitab PB (Perjanjian Baru).
Ketika membuat terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang kita kenal sebagai King James Version (terjemahan Raja James di Inggris, yang terbit tahun 1611 M.), rupanya para penerjemah secara bergantian mengalihbahasakan kata yang sama sebagai “righteous” atau “just”. Ungkapan “just” (adil) biasanya dipakai sehubungan dengan proses pengadilan (court of justice), sedangkan ungkapan “righteous” (benar atau saleh) dipakai dalam konteks kehidupan sehari-hari. Padahal dalam teks bahasa aslinya hanya satu kata saja yang dipakai.
Masalah baru muncul ketika kita bertemu dengan ungkapan “justified”. “Justified” biasanya dikaitkan dengan suatu transaksi hukum di pengadilan Surgawi. Tetapi di ayat yang di atas hanya separuh dari makna kata aslinya yang dialihbahasakan. “Dibenarkan” sesungguhnya berarti “dinyatakan adil atau saleh/ benar.” Ungkapan “saleh/ benar” biasanya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari – di rumah tangga, tempat bekerja, atau dalam hubungan pribadi kita. “Just” (adil) menyiratkan sebuah formalitas hukum yang dilakukan di sebuah ruang pengadilan.
Menurut Alkitab (dan ini merupakan terjemahan yang cukup tepat dan bisa diterima), kita telah dijadikan “benar/ saleh” karena darah Yesus. Kita tak berhak menganggap diri “adil” jikalau kita belum dinyatakan “benar”. “Justifikasi” itu lebih daripada sekadar bagian dari prosedur pengadilan atau diganti “label” (predikat)nya. “Justifikasi” itu berarti telah terjadinya perubahan dalam karakter dan kehidupan, dan hal itu dimungkinkan karena darah Yesus. Kita telah dinyatakan “benar” oleh karena suatu “kebenaran” yang bukan dari kita sendiri. Kita dinyatakan “benar” karena kebenaran yang dimiliki Yesus Kristus.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan bahwa aku telah dinyatakan benar oleh kebenaran yang bukan milikku sendiri. Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.
Kode: WD-B097-031-IND