Apakah Artinya “Dibenarkan”?

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” (Romans 5:9)
Ungkapan bahasa Ibrani/Yunani yang diterjemahkan: “dinyatakan benar/saleh” itu sebenarnya mempunyai lebih dari satu arti, dan artinya saling berkaitan.
Yang pertama, ia mempunyai arti tertentu di bidang hukum. Secara yuridis kata itu berarti kita dibebaskan dari tuduhan bahwa kita telah melakukan suatu kejahatan. Tadinya kita didakwa di pengadilan, tetapi kini kita diberi vonis bebas. Tentu hal itu merupakan kabar baik. Bayangkan bagaimana perasaan seseorang yang dinyatakan bebas, setelah tadinya dituduh melakukan suatu pembunuhan. Cobalah bayangkan. Semestinya kita juga ikut senang.
Yang kedua, pada akhirnya ternyata bahwa kita tidak bersalah.
Yang ketiga, kita dinyatakan benar/ saleh.
Sayangnya, kebanyakan orang sudah puas sampai di pemahaman ini. Perlu saudara ketahui: makna dari ungkapan “dibenarkan” itu sebenarnya lebih dari itu saja. Darah Yesus bukan saja membuat kita dianggap benar (tidak bersalah), tetapi oleh darah itu kita dijadikan benar/ saleh (suci).
Kemudian lagi, kita di-“justifikasi” (dinyatakan bersih). Artinya, dinyatakan seolah-olah kita belum pernah bersalah. Kita dinyatakan benar karena “kebenaran” yang dimiliki Kristus. Kristus sendiri tidak memiliki masa silam yang penuh dosa dan sedikit pun tidak ada cacat kesalahan-Nya. Oleh karena itu, kini Iblis tidak memiliki dasar apa pun untuk menuduh kita lagi. Kita sudah dinyatakan benar oleh kebenaran yang dimiliki Yesus. Kita dinyatakan benar oleh kebenaran Kristus. Tidak ada kesalahan, tidak ada masalah lagi dengan masa yang silam. Semua kesalahan sudah dihapuskan (terjadi “pemutihan”, dalam istilah perpajakan).
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.
Kode: WD-B097-030-IND