Lapar dan Haus akan Kebenaran/ Kesalehan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ungkapan “justifikasi” (pembenaran) merupakan sebuah istilah teologia yang sudah agak usang pemakaiannya, sehingga makna yang sebenarnya sering menjadi kabur. Baiklah, terlebih dahulu kita melihat kata tersebut dalam teks bahasa aslinya. Sesudah itu saya akan mencoba menjelaskan artinya.
Tema utama dari Surat (atau Kitab) Roma adalah mengenai “kebenaran/ kesalehan” (“righteousness” dalam bahasa Inggris). Sekian abad sebelumnya Ayub pernah mengajukan pertanyaan:
“Bagaimana manusia [bisa] benar di hadapan Allah?” [BIMK: “Mungkinkah manusia suci di mata Allah?”] (Ayub 25:4).
Surat Roma (yang ditulis oleh Rasul Paulus) sesungguhnya merupakan jawaban Tuhan. Jika kita berminat akan kebenaran, pasti kita akan tertarik kepada kitab Roma tersebut. Yesus berkata:
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Matius 5:6).
Boleh saja kita lapar dan haus akan kesembuhan atau kemakmuran, tetapi belum tentu akan bahagia (diberkati). Tetapi apabila kita lapar dan haus akan kebenaran, dikatakan pasti akan berbahagia (diberkati).
“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” (Romans 5:9)
Perhatikan, bahwa kita dibenarkan oleh darah-Nya (darah Yesus). Baik dalam bahasa Ibrani maupun bahasa Yunani, ada satu perkataan yang diterjemahkan “just” (adil) atau “righteous” (benar/saleh) dalam Alkitab bahasa Inggris. Kata Ibraninya adalah tsadag, dan kata Yunaninya adalah dikaioō. Boleh saja kata itu diterjemahkan dengan istilah yang lain, tetapi sesungguhnya hanya ada perkataan yang satu itu saja.
Dalam bahasa Inggris kata “just” (adil) itu mengacu kepada segi hukum (yuridis)nya, tetapi kata “righteous” (benar atau saleh) mengacu kepada karakter dan perilaku. Namun dalam bahasa yang dipakai dalam Alkitab yang asli tidak ada dua makna yang berbeda. “Dibenarkan oleh darah-Nya” artinya sama saja dengan “dinyatakan saleh/ suci oleh darah-Nya.”
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan kerinduanku untuk lapar dan haus akan kebenaran dan pembenaran oleh darah-Nya. Melalui darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar/ saleh, seolah-olah belum pernah berdosa sekali pun. Amin.
Kode: WD-B097-029-IND