Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dibeli dengan Harga Tertentu

            Dibeli dengan Harga Tertentu

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Kita semua dahulu pernah dijual sebagai budak di pasar milik Iblis, tak berdaya di bawah kuasa dosa. Namun Yesus Kristus masuk ke pasar itu dan membayar harga tertinggi dengan darah-Nya yang mahal untuk menebus kita, memindahkan kita dari kerajaan kegelapan ke dalam Kerajaan Allah.

            Istilah ditebus berarti “dibeli kembali.” Dahulu kita semua sesungguhnya adalah budak yang diperjualbelikan di pasar budak Iblis. Rasul Paulus berkata: “Aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa” (Roma 7:14). Menurut kebiasaan dalam kebudayaan Romawi pada masa itu penjualan budak dilakukan “di bawah sebuah tombak (lembing)”. Budak-budak berdiri di sebuah tempat di mana mereka dipajang, dan ada sebilah tombak yang terlihat di atas kepalanya. Kalau orang melihat yang bersangkutan berdiri di situ, mereka pun tahu bahwa ia adalah seorang budak yang siap untuk dijual.

            Dengan kalimat tadi Paulus pada hakikatnya berkata: “Dosaku adalah sebilah tombak yang terlihat di atas kepalaku, dan karena itu aku diperjual-belikan di pasar budak.” Dahulu kita semua berdiri di situ bersama Paulus, sebagai budak dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

            Tetapi pada suatu hari Yesus datang ke pasar itu dan berkata: “Aku mau membeli mereka semua.” Apakah “uang tebusan” yang dibayarkan oleh Yesus? Darah kehidupan-Nya. Yesus membeli kita, supaya kita dapat dikeluarkan dari wilayah kekuasaan Iblis dan dapat masuk ke wilayah kekuasaan (kerajaan) Allah.

            Pada zaman itu seorang budak tidak dapat memutuskan sendiri pekerjaan apa yang akan dilakukannya untuk majikan atau pemiliknya. Budak yang satu mungkin bekerja sebagai jurumasak, sedangkan yang lain menjadi pelacur – hal itu merupakan keputusan dari pemiliknya. Begitulah kita semua pada waktu itu. Ada budak yang melakukan pekerjaan yang terhormat, tetapi bukan berarti bahwa mereka itu lebih baik dari pada budak-budak lain yang pekerjaannya kurang terhormat. Janganlah sekali-kali kita memandang rendah akan para pelacur atau pemabuk, karena yang memutuskan mereka menjadi begitu adalah pemilik mereka. Iblis-lah yang memutuskan mereka harus menjadi apa, tetapi darah Yesus membatalkan keputusan tersebut dan membebaskan mereka dari semua rencana Iblis yang jahat itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, untuk darah Yesus. Ku-deklarasikan bahwa oleh darah-Nya aku telah ditebus – dibeli kembali – dan aku adalah orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Oleh darah Yesus aku telah ditebus dan dilepaskan dari cengkeraman Iblis. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dibeli dengan Harga Tertentu has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-012-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan