Betapa Besarnya Kasih Kristus

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
Pada hari raya Pendamaian (hari Grafirat) darah kurban harus dipercikkan hingga tujuh kali di hadapan Allah Bapa.
“Lihat Imamat 16:14.”
Dalam era Perjanjian Baru kita melihat bahwa ketetapan atau peraturan ini benar-benar dipenuhi juga tatkala Yesus dikurbankan pada kayu salib.
Yang pertama, keringat Yesus berubah menjadi darah. Yang kedua, tentara Romawi memukul muka Yesus dengan kepalan tinju dan tongkat-tongkat mereka. Yang ketiga, mereka mencambuk-Nya memakai cemeti khusus yang biasa dipakai tentara Romawi untuk menghukum orang. Keempat, janggut-Nya ditarik dan tercabut. Kelima, mahkota duri menembus kulit kepala-Nya sampai cukup dalam. Keenam, kedua tangan dan kaki-Nya ditembus oleh paku. Yang ketujuh, lambung-Nya ditusuk dengan tombak.
Demikian besarnya kasih Kristus! Pengurbanan-Nya telah menguras habis-habisan segala sesuatu yang ada pada-Nya. Yang diserahkan-Nya bukan hanya kemuliaan-Nya, takhta-Nya di surga, dan keagungan yang dimiliki-Nya sebagai Allah. Yang diserahkan oleh-Nya bukan hanya sedikit harta benda yang dimiliki-Nya sebagai manusia di dunia. Ia juga menyerahkan Diri-Nya Sendiri!
Sebagai harga tebusan yang dibayar Ia menyerahkan kehidupan-Nya sendiri, dicurahkan lewat darah-Nya yang terkuras habis. Bayangkanlah kenyataan ini! Betapa mengejutkan-Nya harga yang dibayar oleh Yesus, dan sebesar itulah cinta kasih Tuhan. Setidak-tidaknya, cinta kasih yang benar-benar extravagant, sangat berlimpah dan “berlebihan”.
*Prayer Response
Tuhan, aku mengucap syukur untuk darah Yesus. Sesuai dengan Firman Tuhan, ku-deklarasikan bahwa aku akan mengalahkan Iblis dengan bersaksi mengenai hal-hal yang telah dilakukan bagiku oleh darah Yesus. Kukatakan kepada Iblis apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagiku secara pribadi, menurut Firman Tuhan. Amin.
Kode: WD-B097-007-IND