Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kurban yang Utuh dan Sempurna

            Kurban yang Utuh dan Sempurna

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            1 min read

            Imam besar dalam Perjanjian Lama memercikkan darah tujuh kali pada Hari Pendamaian, sebuah angka yang melambangkan kesempurnaan ilahi. Tindakan kudus ini merupakan bayangan yang kuat dari salib, di mana Tuhan Yesus Kristus mencurahkan darah-Nya dalam tujuh cara yang berbeda untuk menyempurnakan keselamatan kita.

            Di antara perayaan-perayaan agama di sepanjang tahun, perayaan yang paling penting bagi bangsa Yahudi adalah Hari Pendamaian (Hari Grafirat), yang sekarang ini lebih dikenal sebagai perayaan Yom Kippur. Setiap tahun, hanya pada hari itu saja imam besar dibolehkan untuk masuk ke ruang Yang Maha Kudus dengan membawa darah kurban yang telah disembelih untuk menutupi dosa-dosa bangsa Israel buat setahun ke depan.

            “Lalu ia [imam besar] harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.”

            (Imamat 16:14)

            Yang dapat menutupi dosa-dosa umat Allah hanyalah darah kurban yang pantas untuk itu, dan darah itu harus dibawa ke dalam hadirat Allah yang Maha Kuasa di ruangan Yang Maha Kudus. Harap saudara perhatikan, bahwa darah itu harus dipercikkan tujuh kali. Hal itu bukanlah sebuah kebetulan, karena dalam Alkitab angka tujuh melambangkan pekerjaan Roh Kudus. Angka tujuh juga melambangkan sesuatu yang sempurna dan lengkap. Aturan yang mendetil ini juga digenapi dengan sempurna tatkala Yesus mencurahkan darah-Nya. Darah Yesus juga di”curah”kan sampai tujuh kali (tepat sekali jumlahnya) sebelum benar-benar bisa dikatakan, bahwa kurban itu sudah dipersembahkan dengan sempuna.

            *Prayer Response

            Tuhan, aku mengucap syukur untuk darah Yesus. Sesuai dengan Firman Tuhan, ku-deklarasikan bahwa aku akan mengalahkan Iblis dengan bersaksi mengenai hal-hal yang telah dilakukan bagiku oleh darah Yesus. Kukatakan kepada Iblis apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagiku secara pribadi, menurut Firman Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kurban yang Utuh dan Sempurna has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-006-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan