Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Berharap kepada Anak Domba

            Berharap kepada Anak Domba

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            1 min read

            Kristus, Anak Domba Paskah kita, telah dikorbankan bagi kita, tetapi darah-Nya harus diterapkan dalam hidup kita agar kita menerima perlindungannya. Kesaksian pribadi Anda adalah alat yang kuat yang Allah berikan kepada Anda untuk mengambil darah Yesus dan menerapkannya dalam setiap situasi yang Anda hadapi.

            Di dalam 1 Korintus 5:7, Rasul Paulus mengaitkan perayaan Paskah dari era Perjanjian Lama dengan peristiwa penyaliban Yesus.

            “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. [BIMK: Sebab, perayaan Paskah kita sudah siap, karena Kristus yang menjadi domba Paskah kita, sudah dikurbankan.]”

            Ada kaitan hubungan yang sangat jelas antara perayaan Paskah dalam Perjanjian Lama dan Yesus yang dipersembahkan sebagai kurban pada kayu salib. Memang Anak Domba Paskah telah mati “disembelih” hampir dua ribu tahun yang lalu, tetapi sesungguhnya darah-Nya “masih tersimpan di dalam baskom”. Darah-Nya telah dicurahkan, tetapi darah itu belum dapat melindungi diri kita sementara masih di dalam baskom. Kita harus memindahkan darah dari baskom itu ke tempat tinggal kita.

            Di era Perjanjian Lama orang menggunakan tanaman hisop, tetapi apakah sarana yang digunakan dalam era Perjanjian Baru? Jawabannya: itulah perkataan kesaksian kita. Apabila kita bersaksi secara pribadi, sesungguhnya kita mengambil darah itu dari dalam baskom dan “mengoles”nya atas “rumah” kita, yaitu kehidupan, situasi, dan keluarga kita. Kita mengalahkan Iblis apabila kita bersaksi secara pribadi dan mengatakan apa yang telah dilakukan darah Yesus bagi kita, seperti dikatakan Firman Tuhan.

            *Prayer Response

            Tuhan, aku mengucap syukur untuk darah Yesus. Sesuai dengan Firman Tuhan, ku-deklarasikan bahwa aku akan mengalahkan Iblis dengan bersaksi mengenai hal-hal yang telah dilakukan bagiku oleh darah Yesus. Kukatakan kepada Iblis apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagiku secara pribadi, menurut Firman Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Berharap kepada Anak Domba has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-005-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan