Berharap kepada Anak Domba

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
Di dalam 1 Korintus 5:7, Rasul Paulus mengaitkan perayaan Paskah dari era Perjanjian Lama dengan peristiwa penyaliban Yesus.
“Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. [BIMK: Sebab, perayaan Paskah kita sudah siap, karena Kristus yang menjadi domba Paskah kita, sudah dikurbankan.]”
Ada kaitan hubungan yang sangat jelas antara perayaan Paskah dalam Perjanjian Lama dan Yesus yang dipersembahkan sebagai kurban pada kayu salib. Memang Anak Domba Paskah telah mati “disembelih” hampir dua ribu tahun yang lalu, tetapi sesungguhnya darah-Nya “masih tersimpan di dalam baskom”. Darah-Nya telah dicurahkan, tetapi darah itu belum dapat melindungi diri kita sementara masih di dalam baskom. Kita harus memindahkan darah dari baskom itu ke tempat tinggal kita.
Di era Perjanjian Lama orang menggunakan tanaman hisop, tetapi apakah sarana yang digunakan dalam era Perjanjian Baru? Jawabannya: itulah perkataan kesaksian kita. Apabila kita bersaksi secara pribadi, sesungguhnya kita mengambil darah itu dari dalam baskom dan “mengoles”nya atas “rumah” kita, yaitu kehidupan, situasi, dan keluarga kita. Kita mengalahkan Iblis apabila kita bersaksi secara pribadi dan mengatakan apa yang telah dilakukan darah Yesus bagi kita, seperti dikatakan Firman Tuhan.
*Prayer Response
Tuhan, aku mengucap syukur untuk darah Yesus. Sesuai dengan Firman Tuhan, ku-deklarasikan bahwa aku akan mengalahkan Iblis dengan bersaksi mengenai hal-hal yang telah dilakukan bagiku oleh darah Yesus. Kukatakan kepada Iblis apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagiku secara pribadi, menurut Firman Tuhan. Amin.
Kode: WD-B097-005-IND