Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menyingkirkan Segala Dosa

            Menyingkirkan Segala Dosa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: April 2026

            2 min read

            Darah anak domba Paskah tidak memberikan perlindungan selama masih berada di dalam baskom, dan ada langkah penting yang harus diambil sebelum darah itu diterapkan. Gambaran yang kuat ini menunjukkan apa yang harus kita lakukan untuk membersihkan dosa dan memungkinkan darah Kristus melingkupi setiap area dalam hidup kita.

            Melihat kembali upacara Paskah bagi Israel, kita menemukan satu pertanyaan mendesak bagi penerapan kita saat ini:

            Bagaimana kita membawa darah yang telah tercurah—setelah pengorbanan itu tuntas —ke dalam tempat and lingkungan kita tinggal?

            Selama darah itu tetap berada di dalam baskom, darah itu tidak memberikan manfaat apa pun. Darah itu tersedia, tetapi tidak bermanfaat. Bangsa Israel harus mengambil tanaman sederhana yang disebut hisop, mencelupkannya ke dalam darah, dan mengoleskannya pada bagian luar rumah mereka, pada tiang-tiang pintu dan ambang atas pintu. Baru setelah itulah mereka terlindungi. Namun, dalam upacara Paskah, ada hal lain yang mendahului pengolesan darah tersebut.

            Marilah kita membaca surat 1 Korintus, di mana Paulus mengajarkan umat Kristen mengenai Hari Raya Paskah dan Hari Raya Roti yang Tak Beragi. Selama tujuh hari berturut-turut setiap keluarga Yahudi harus menyingkirkan segala makanan beragi yang ada di rumah mereka. Sampai sekarang pun orang-orang Yahudi Ortodoks masih mempraktikkan kebiasaan ini.

            “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” (1 Korintus 5:7–8)

            Supaya bisa taat kepada perintah-perintah Tuhan, kita juga harus membuang semua ragi lama – yaitu dosa – dari kehidupan kita. Dengan demikian darah Yesus dapat melindungi dan mengamankan setiap aspek kehidupan kita.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas darah Yesus. Aku memproklamasikan bahwa saat aku menerapkannya dalam hidupku, darah itu menyucikan aku dari setiap dosa yang mungkin ada di dalam diriku. Aku bersaksi kepada Iblis secara pribadi tentang apa  Firman Tuhan katakan tentang apa yang dilakukan darah Yesus bagiku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menyingkirkan Segala Dosa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-004-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan