Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Mengoleskan Darah Yesus

            Mengoleskan Darah Yesus

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Paskah kuno mengungkapkan kebenaran yang sangat penting tentang darah Yesus, yang mutlak diperlukan bagi setiap orang percaya saat ini. Perhatikan bagaimana umat Allah diselamatkan bukan hanya oleh darah yang ada di dalam baskom, tetapi melalui penerapan darah itu secara khusus dan pribadi.

            Demikianlah pengakuan mulutku. Tetapi sebelumnya mengaku demikian, tentu kita harus tahu terlebih dahulu apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagi kita. Sesudah itu, kita harus menuju “bank darah” (tempat penyimpanan darah itu) dan mendapatkan darah tersebut untuk kehidupan kita sendiri. Dalam hal ini kita melihat suatu persamaan dengan upacara Paskah, yaitu hari raya bangsa Yahudi untuk memperingati bagaimana Tuhan pernah menyelamatkan dan membebaskan mereka di zaman dulu.

            “(Lihat Keluaran 12:21-27.)”

            Ketika peristiwa itu terjadi pada mulanya, setiap kepala keluarga (sang ayah) diwajibkan untuk menyembelih seekor anak domba (kurban yang akan dipersembahkan) dan menuangkan darahnya ke dalam sebuah baskom. Upacara ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab para bapa, yang harus berfungsi sebagai imam bagi keluarga mereka masing-masing.

            Namun tak ada gunanya kalau darah itu tetap dibiarkan dalam baskom saja, sebab tidak akan melindungi satu pun keluarga bangsa Israel. Darah itu harus dialihkan dari baskom ke rumah tempat kediaman keluarga yang bersangkutan. Dan hanya satu saja sarana yang disediakan untuk itu, yaitu daun hisop. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah. Jadi, orang-orang Israel harus mengambil sejumput tanaman hisop, lalu mencelupkannya dalam darah itu. Kemudian mereka harus mengoleskan darahnya pada pintu bagian atas maupun kiri kanan lubang pintu. Tentu saja darah itu tidak dioleskan di bagian bawah yaitu di ambang pintu, karena darah itu terlalu sakral untuk dilangkahi.

            Setelah hal itu dilakukan, malaikat Maut tidak akan dapat memasuki tempat tinggal tersebut. Tetapi umat Israel yang tetap tinggal di rumah akan terlindung, karena diselamatkan (diamankan) oleh darah tersebut. Di seluruh negeri Mesir hanya di situlah tempat yang aman pada malam yang naas itu.

            *Prayer Response

            Tuhan, aku mengucap syukur untuk darah Yesus. Sesuai dengan Firman Tuhan, ku-deklarasikan bahwa aku akan mengalahkan Iblis dengan bersaksi mengenai hal-hal yang telah dilakukan bagiku oleh darah Yesus. Kukatakan kepada Iblis apa yang telah dikerjakan oleh darah Yesus bagiku secara pribadi, menurut Firman Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Mengoleskan Darah Yesus has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-002-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan