Prayer for the Government - Part 2

Derek Prince
*Last Updated: Februari 2026
14 min read
Alkitab menyatakan: Hal pertama yang harus dilakukan dari seluruh kegiatan kristiani adalah berdoa. Dan yang pertama-tama harus didoakan adalah para pembesar di tatanan pemerintahan. Mengapa kita harus mendoakan mereka? Supaya kita dapat menjalani hidup yang saleh, tenang dan tenteram. Mengapa kita harus berdoa demikian? Karena keadaan positif tersebut mendukung terjadinya penyebaran Injil. Bukankah ini hal yang masuk akal? Sudahkah saya berhasil meyakinkan Anda untuk mendoakan mereka? Bagi saya ini semata-mata adalah pemikiran yang sangat masuk akal. Bukan sebuah misteri yang sulit dijangkau akal sehatAlkitab menyatakan: Hal pertama yang harus dilakukan dari seluruh kegiatan kristiani adalah berdoa. Dan yang pertama-tama harus didoakan adalah para pembesar di tatanan pemerintahan. Mengapa kita harus mendoakan mereka? Supaya kita dapat menjalani hidup yang saleh, tenang dan tenteram. Mengapa kita harus berdoa demikian? Karena keadaan positif tersebut mendukung terjadinya penyebaran Injil. Bukankah ini hal yang masuk akal? Sudahkah saya berhasil meyakinkan Anda untuk mendoakan mereka? Bagi saya ini semata-mata adalah pemikiran yang sangat masuk akal. Bukan sebuah misteri yang sulit dijangkau akal sehat.
Puji Tuhan, berbagai misteri yang ada sudah disingkapkan oleh terang Firman Tuhan! Misteri itu kini menjadi hal sederhana, praktis, mudah, sangat membumi, serta membuahkan hasil. Saya percaya Tuhan menghendaki kita mempunyai pemerintah yang baik. Kita tidak akan membicarakan tentang negara atau bangsa lain. Mari kita memusatkan diri pada satu hal saja. Pemerintah yang baik untuk Indonesia adalah kehendak Tuhan.
Hal apakah, menurut Alkitab, yang akan terjadi jika kita berdoa berdasarkan kehendak Tuhan? I Yohanes 5:14- 15 mengatakan:
“Dan kita berani menghadap Allah, karena kita yakin Ia mengabulkan doa kita, kalau kita minta apa saja yang sesuai dengan kehendakNya. Karena kita tahu bahwa Ia mendengarkan kita kalau kita memohon kepadaNya, maka kita tahu juga bahwa Ia memberikan kita apa yang kita minta dari padaNya”(Alkitab versi Kabar Baik)
Dengan perkataan lain, jika Anda tahu bahwa Anda berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan, Anda tahu Tuhan mendengarkan Anda; dan jika Anda tahu Tuhan mendengarkan Anda, Anda tahu bahwa Anda mempunyai permintaan yang sudah Anda panjatkan. Jika Tuhan menghendaki bangsa ini mempunyai pemerintah yang baik, dan jika kita berdoa meminta pemerintah yang baik karena kita tahu bahwa itu adalah kehendak Tuhan, maka kita tahu Tuhan mendengarkan doa kita; dan jika kita tahu Tuhan mendengarkan kita, kita tahu kita mempunyai permintaan yang kita dambakan. Jadi, apa alasannya jika kita tidak mempunyai pemerintah yang baik? Umat Tuhan belum memenuhi persyaratanNya dan belum berdoa.
Secara umum, Anda dapat mengatakan bahwa orang Kristen mendapat jenis pemerintah yang sesuai dengan yang mereka minta. Tentu saja ada jangka waktu tertentu. Tidak terjadi seketika. Namun, pada dasarnya orang Kristen bertanggung jawab atas pemerintah yang memerintah mereka. Jika Anda mengurangi kecaman Anda terhadap pemerintah dan memakai lebih banyak waktu untuk mendoakannya, hal-hal yang menjadi bahan kecaman Anda akan berkurang juga.
Ada satu alasan alkitabiah yang sangat tegas mengenai hal ini. Mengapa umat Tuhan bertanggung jawab atas pemerintah negerinya? Karena kita adalah satu-satunya umat yang mempunyai sarana untuk meraih hasil yang diharapkan.
“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulupenghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).
Paulus mengatakan bahwa “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging”. Paulus mengambil istilah “perjuangan” atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “pergulatan” ini dari pertandingan Olimpiade kuno. Para sejarawan sepakat bahwa dari berbagai pertandingan yang dilombakan di ajang Olimpiade itu, pertandingan gulat menuntut hal yang paling berat dari para pesertanya. Perjalanan hidup kita sebagai orang Kristen mungkin paling tepat dibandingkan dengan pertandingan gulat.
Dalam olah raga gulat seorang atlet dapat memegang bagian tubuh lawan yang mana pun. Setiap bagian tubuh atlet ikut terlibat. Seperti itu jugalah kehidupan kristiani. Kita sedang melakukan pertandingan gulat, tetapi tidak melawan darah dan daging. Paulus mengatakan bahwa kita tidak melawan makhluk manusia.
Melawan siapakah kita?
- "Pemerintah-pemerintah” – kerajaan-kerajaan yang tidak kasat mata.
- "Penguasa-penguasa” – wilayah kekuasaan yang diduduki oleh kerajaan-kerajaan yang tidak kasat mata itu.
- "Penghulu-penghulu dunia yang gelap” – atau secara harfiah, “pemimpin-pemimpin dunia yang memerintah kegelapan jaman kini”.
- "Roh-roh jahat”
Di manakah pergulatan itu berlangsung? “Di udara”, atau lebih harfiahnya, “di langit”. Ini adalah pewahyuan Firman Tuhan yang harus diketahui setiap orang Kristen. Ada sebuah kerajaan berstruktur rapi yang didirikan untuk menentang Tuhan dan seluruh rencanaNya. Itulah kerajaan Iblis. Yesus pernah mengatakan bahwa Iblis mempunyai kerajaan sendiri. Yesus juga mengatakan Iblis memegang seluruh kendali atas kerajaan tersebut. Kerajaan itu tidak terpecah-belah dan memusuhi Tuhan habis-habisan.
Kerajaan ini didirikan di wilayah yang disebut “langit”. Sebagian besar ahli tafsir Alkitab sepakat bahwa tempat ini bukan “langit ketiga” yang merupakan tempat bersemayamnya Tuhan, juga bukan langit pertama yang terlihat oleh mata manusia, melainkan langit kedua atau langit bagian tengah. Ada sebuah kerajaan tidak kasat mata yang terletak di atas bumi ini, dan itu adalah kerajaan kegelapan. Itulah kerajaan yang memusuhi habis-habisan dan tak henti-hentinya dengan sedemikian rupa membenci Tuhan, semua rencanaNya, dan seluruh umatNya. Termasuk Anda dan saya. Iblis membenci diri Anda begitu dalamnya. Dia akan melakukan apa saja untuk mencelakai dan membinasakan Anda. Dia datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Dia adalah pribadi dengan kekuatan yang sangat luar biasa.
Tugas kita sebagai orang Kristen adalah meruntuhkan kerajaan ini. Hal itu tidak dapat dilakukan oleh para presiden atau jenderal, karena mereka tidak memiliki senjata yang diperlukan. Untuk melawan makhluk yang terdiri dari darah dan daging, kita akan mengirimkan tank, panser dan pesawat tempur. Tetapi tank, panser dan pesawat tempur sama sekali tidak berguna karena peperangan ini tidak melawan darah dan daging.
Banyak pemimpin politik akhirnya sampai pada kesimpulan serupa. Kalimat yang mereka pergunakan mungkin berbeda, namun menyiratkan maksud yang sama. Saya melihat dengan jelas bahwa hampir semua pemimpin politik di negara Amerika mengakui bahwa mereka menghadapi suatu masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Hal ini tepat sekali dengan yang dikatakanAlkitab.
Peperangan itu tidak melawan darah dan daging. Anda dapat membunuh kaum Nazi, tetapi Anda tidak dapat mematikan faham Naziisme. Anda dapat membunuh manusia sebanyak-banyaknya, tetapiAnda tidak akan dapat melawan kekuatan roh yang menguasai mereka. Sekadar membunuh manusia tidak akan dapat memecahkan masalah yang ada. Paulus mengatakan di II Korintus 10:3-5, “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi” – peperangan kita berlangsung bukan di alam jasmani, bukan di tingkat badani, bukan melawan darah dan daging. “Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi” – senjata itu bukan berupa bom, senapan atau tank, tetapi senjata itu “diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng”. Yang dimaksud di sini adalah benteng-benteng Iblis.
Perhatikan letak benteng-benteng itu berada! “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”. Kata lain untuk “siasat” adalah “pertimbangan”. Jadi peperangan itu berlangsung di alam pikiran: pertimbangan, khayalan, pemikiran dan pengetahuan. Anda tidak dapat mengubah pemikiran seseorang dengan menghukum mati orang itu. Ia akan mati dengan pemikiran yang tidak berubah.
Ketika terjadi pemberontakan kelompok Mau Mau di Afrika Timur, pemerintah Kerajaan Inggris menghukum gantung sejumlah pemimpin Mau Mau.Ada satu misionaris yang saya kenal yang menyaksikan langsung pelaksanaan hukuman itu. Dia menceritakan bahwa ketika para pemimpin Mau Mau itu berjalan ke tiang gantungan, mereka berulang kali mengatakan, “Aku akan kembali, aku akan kembali”. Perkataan itu tidak berasal dari para pemimpin Mau Mau itu sendiri, melainkan dari roh jahat yang ada dalam diri mereka. Anda dapat membunuh tubuh manusia, namun roh jahat yang ada di dalamnya akan datang kembali.
Kita berperang bukan melawan darah dan daging. Kita berada di tingkat yang berbeda; kita mempunyai musuh yang berbeda, kita memiliki senjata yang berbeda pula. Tetapi senjata yang Tuhan sudah berikan kepada kita itu sangat berkuasa! Senjata itu tidak terkalahkan apabila kita mempergunakannya. Kalau kita mengalami kekalahan, itu bukan disebabkan oleh kurangnya senjata kita. Melainkan, karena kita tidak mempergunakannya.
Contoh-Contoh dari Perjanjian Lama
Saya akan memakai Perjanjian Lama untuk memberikan dua contoh yang menyingkapkan alam rohani yang tak kasat mata yang menguasai dan mengendalikan kehidupan manusia. Saya percaya faktor-faktor rohani adalah hal yang sangat menentukan dalam persoalan internasional, nasional, maupun perorangan. Kita tetap harus mengakui kenyataan dari berbagai peristiwa dalam sejarah peradaban ini serta dampak yang ditimbulkan faktor sosial dan ekonomi. Itu semua memang faktor-faktor yang nyata, namun, satu hal yang menguasai, mengendalikan dan menentukan di balik semuanya itu adalah faktor rohani. Itu sebabnya Gereja merupakan faktor penentu dalam persoalan internasional, karena Gereja adalah satu-satunya alat yang dapat masuk ke alam rohani dan bekerja di alam tersebut. Ini adalah pemikiran yang sangat masuk akal.
Yehezkiel pasal 28 memuat penyingkapan yang sangat luar biasa mengenai dua kerajaan ini: kerajaan kasat mata yang dipimpin seorang manusia, dan kerajaan tak kasat mata yang dipimpin roh jahat. Dalam sembilan belas ayat pertama dari pasal itu, kita melihat sebuah ratapan, atau teguran penuh kepahitan yang ditujukan kepada dua pribadi. Yang pertama adalah “pangeran Tirus” sedangkan yang kedua disebut “raja Tirus” (dalam alkitab versi Inggris) ayat 2 ditulis sebagai “ Pangeran Tirus “ sedangkan ayat 12 ditulis sebagai “Raja Tirus“. Pangeran Tirus adalah seorang manusia. Ia menyatakan diri sebagai Tuhan, padahal dia adalah makhluk manusia, dan sebagai manusia dia tidak dapat mengelak dari kematian. Sedangkan raja Tirus dari dahulu, sekarang dan sampai kapan pun bukanlah seorang manusia. Pelajarilah ciri-ciri yang begitu jelas di ayat 12 sampai dengan 18, dan kita akan sampai pada satu kesimpulan saja: raja Tirus ini tidak lain dan tidak bukan adalah Iblis sendiri. Di balik kerajaan Tirus yang kasat mata, yang dipimpin seorang pangeran manusia itu, terdapat kerajaan Tirus yang tidak kasat mata, yang dikepalai pemimpin dunia yang memerintah kegelapan, yaitu Iblis. Arah kehidupan kerajaan kasat mata ini ditentukan oleh halhal yang terjadi dalam kerajaan yang tidak kasat mata. Kerajaan tak kasat mata itulah yang menjadi faktor penentu.
Saya percaya bahwa di balik setiap kerajaan, setiap bangsa, setiap kota besar, terdapat suatu kepemimpinan yang tidak kasat mata. Ada kepemimpinan yang menguasai negara bagian Florida, ada juga kekuatan roh yang tidak kasat mata yang mengendalikan Miami. Saya banyak melakukan perjalanan ke berbagai tempat dan saya memperhatikan bahwa jikaAnda pergi ke kota-kota tertentu Anda akan merasakan adanya kekuatan-kekuatan roh tertentu di kota-kota itu. Roh-roh itu bermacam-macam. Beberapa tahun lampau saya berada di kota Berlin dan suasana yang saya rasakan penuh dengan ketidakkudusan dan hawa nafsu seksual. Kota-kota lain memiliki pengaruh yang berbeda pula. Di Chicago roh yang paling menonjol adalah kekerasan. Di New Orleans, roh guna-guna. Jika Anda cukup peka, Anda akan merasakan berbagai kekuatan tak kasat mata yang menguasai dan mengendalikan tempat tertentu. Tidak akan pernah terjadi terobosan dalam Kerajaan Tuhan sebelum kekuatan-kekuatan roh ini dapat dikalahkan dengan doa. Saat hal itu terjadi, gelombang kebangkitan rohani yang besar akan membanjiri suatu bangsa, negara atau kota. Penghalang terbesar yang menghambat terjadinya kegerakan Tuhan yang sejati terletak di alam yang tidak kasat mata.
Ada satu peristiwa di Argentina beberapa tahun lampau yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang hal ini. Seorang pengabar Injil bernama Miller suatu hari berangkat ke Argentina dengan berbagai rencana untuk melakukan pekerjaan Tuhan di sana. Namun, Tuhan membuatnya harus tinggal di sebuah bangunan gereja kecil terbuat dari tanah liat selama lebih dari satu bulan dan satusatunya hal yang dapat dia lakukan hanya berdoa. Ia terus berdoa sampai kekuatan-kekuatan roh yang mengendalikan Argentina dapat dikalahkan. Di negara yang menganut agama Roma Katholik secara ketat itu, akhirnya Tuhan secara ajaib membuka jalan sehingga stadion terbesar di negeri itu dapat dikuasai oleh seorang pengkhotbah Amerika yang sama sekali tidak terkenal. Pada suatu akhir bulan sebanyak dua ratus ribu orang berkumpul setiap hari untuk mendengarkan berita Injil yang disampaikan pengkhotbah itu. Ini adalah salah satu kegerakan Tuhan yang paling dahsyat yang tercatat dalam sejarah Gereja dan ini merupakan hasil dari diikatnya kekuatan-kekuatan yang tidak kasat mata.
Contoh lain dari Perjanjian Lama mengenai kekuatankekuatan roh dapat kita lihat di Daniel pasal 10. Daniel memutuskan untuk berdoa selama dua puluh satu hari dengan suatu kesungguhan yang luar biasa, demi turunnya campur tangan ilahi atas diri bangsanya. Di akhir masa doanya datang malaikat membawa pewahyuan yang merupakan jawaban untuk doa Daniel. Malaikat itu berkata kepada Daniel:
“… telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu”.
Daniel berdoa selama dua puluh satu hari, tetapi doanya sudah didengarkan sejak hari pertama ia berdoa. Mengapa ia harus menunggu selama dua puluh satu hari untuk mendapat jawaban doanya itu? Di ayat 13 malaikat itu memberikan alasannya:
“Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku …”.
“Pemimpin kerajaan orang Persia” ini bukan seorang manusia. Kejadian yang disebutkan malaikat itu tidak berlangsung di alam manusiawi. Pembawa pesan untuk Daniel itu adalah malaikat, dan yang melawannya juga malaikat. Malaikat lain, Mikhael datang menolong malaikat yang pertama. Ini adalah peperangan rohani antar para malaikat yang berlangsung di angkasa.
Perhatikan, peristiwa yang terjadi di muka bumi justru menjadi penentu alur kejadian di angkasa. Ini adalah kenyataan yang luar biasa. Sebelum Daniel berdoa tidak terjadi perubahan apa pun. Doa Daniel itulah yang membuat malaikat itu berhasil menjalankan tugasnya, bukan malaikat yang membuat Daniel menyelesaikan tugasnya. Daniel yang membuat malaikat berhasil menyelesaikan tugasnya! Andai saja umat Tuhan mau menyadari bahwa penyelesaian masalah itu ada di tangan kita. Penyelesaian masalah itu bahkan bukan merupakan tugas para malaikat.
Wahyu 12:11 mengatakan “mereka” umat Tuhan di muka bumi – “mengalahkan dia” – Iblis – “oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka”. Kita adalah faktor penentu dalam persoalan-persoalan di alam semesta ini. Pernyataan saya ini sama sekali tidak berlebihan. Seandainya Daniel tidak berdoa, di angkasa juga tidak akan terjadi apa pun. Dia harus berdoa selama dua puluh satu hari untuk memperoleh jawaban doanya. Apa yang membuat jawaban itu tertunda? Bukan karena Daniel tidak berdoa sesuai kehendak Tuhan. Tidak ada hal yang keliru dengan doa Daniel. Iblis, dalam rupa pemimpin kerajaan Persia, adalah penyebab tertundanya jawaban itu.
Seringkali doa Anda tidak kunjung dijawab. Ini bukan karena Anda salah berdoa, melainkan karena Anda harus berdoa untuk menyingkirkan dahulu pemimpin tua yang jahat itu. JikaAnda tidak siap melakukan hal itu,Anda tidak akan menerima jawaban untuk doa Anda. Anda harus terus berdoa sampai mendapat jawaban. Anda harus melawan Iblis. Banyak orang takut melakukan hal ini. Jika Anda masuk ke alam ini, Anda akan menghadapi masalah dan godaan yang tidak dialami oleh orang Kristen pada umumnya. Kekuatan-kekuatan tidak kasat mata akan diarahkan untuk menyerang setiap orang yang memutuskan untuk berdoa dengan penuh pengertian bagi para pembesar di pemerintahan. Jika Anda tidak mempunyai nyali dan keteguhan hati, jangan pernah melakukannya. Perkataan saya ini mungkin terdengar kasar, tetapi memang itulah yang hendak saya sampaikan.
Di ayat 20, sesudah pewahyuan itu diberikan, malaikat itu berkata:
“Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang”.
Para pemimpin itu bukan manusia. Mereka adalah rohroh jahat yang ada di balik kerajaan-kerajaan kuno. Kerajaan-kerajaan ini menonjol karena berhasil menguasai Tanah Suci. Pertama Babilon, kemudian Persia, laluYunani, dan Roma. Di balik setiap kerajaan itu terdapat satu pemimpin setan yang besar. Jalannya berbagai peristiwa tidak ditentukan di wilayah angkasa melainkan di muka bumi ini, oleh doa satu manusia yaitu Daniel.
Tuhan berkata diYehezkiel 22:30-31:
“Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapanKu, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. Maka Aku mencurahkan geramKu atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaanKu …”.
“Seandainya aku dapat menemukan satu orang saja di tengah-tengah bangsa itu”, kata Tuhan, “Aku akan menyelamatkan mereka”. Renungkanlah! Satu orang dapat membalikkan nasib seluruh bangsa. Namun, tidak ada satu orang pun yang bersedia melakukannya.
Tuhan sedang mencari seorang manusia! Dan ketika saya mengatakan seorang manusia, yang saya maksudkan adalah seorang lelaki. Sudah saatnya para pria Kristen mulai bertindak sebagai pria sejati. Kepemimpinan tidak pernah dirancang untuk diserahkan ke tangan para perempuan. Saya mengatakan hal ini bukan untuk mengecam kaum perempuan, sebab kesalahannya ada pada kaum pria. Saya sama sekali tidak ragu mengatakan bahwa kaum pria sudah meninggalkan tiga tanggung jawab utama mereka – sebagai suami, ayah dan pemimpin rohani. Tuhan sedang mencari seorang pria, satu pria yang bersedia mempertahankan negeri ini dan mendirikan tembok. Jika Tuhan tidak dapat menemukannya, hal-hal yang dialami Israel di masa ikatan Perjanjian Lama itu juga akan menimpa negeri ini. Kunci persoalan ini terletak di tangan Anda! Jika Anda tidak menyadari hal ini, kiranya Tuhan membukakan mata hati Anda. Dan jika Anda tidak menerima tanggung jawab pribadi Anda, kiranya Tuhan menolong Anda untuk bertoba.

*Free download
*This Teaching Letter is available to download, print and share for personal or church use.
Unduh PDFKode: TL-L802-100-IND