Memenangkan Pertempuran Sepanjang Masa

Teaching Legacy Letter
*First Published: 2024
*Last Updated: Februari 2026
6 min read
Dalam edisi revisi terbaru dari buku Perlindungan Dari Penyesatan (Protection from Deception), yang kini diterbitkan dengan judul Pertempuran Sepanjang Masa (Battle of the Ages), Derek Prince memperingatkan tentang bahaya terbesar yang akan dihadapi oleh umat Kristen di akhir zaman: penyesatan.
Yesus akan datang kembali—tetapi Setan selalu memiliki rencana jahat untuk mengacaukan tujuan-tujuan Allah. Untuk dapat melakukan perlawanan, kita harus memahami tujuan-tujuannya di akhir zaman. Itulah fokus dari Bagian 3 dari seri kita, Pertempuran Sepanjang Masa.
Mempertahankan Fokus
Saya telah bertemu banyak orang Kristen yang mudah teralihkan dari fokus utama mereka kepada Allah. Ada banyak cara iblis untuk mengalihkan kita dari tujuan Allah bagi hidup kita. Dengan metode apa pun yang dapat dilakukannya, Setan membuat kita keluar dari jalur tujuan Allah. Seseorang mungkin bukan termasuk jiwa yang terhilang, tetapi ia mungkin menerima upah yang lebih kecil dalam kemuliaan daripada yang seharusnya ia terima. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi tentang menyelesaikan pertandingan iman, mencapai tujuan yang Allah tetapkan baginya:
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:12–14 TB)
Saya telah melakukan pembelajaran Alkitab yang mendalam mengenai persyaratan untuk menggenapi panggilan kita di dalam Kristus, dan saya berpendapat bahwa semuanya dapat diringkas dalam satu kata: kesungguhan hati. Jika Anda menjadi bimbang dan membiarkan pikiran teralihkan, Anda tidak akan bisa menggenapi panggilan Anda.
Orang Yang Tidak Lurus Hatinya
Pada pertengahan tahun 1950-an, saya melayani sebagai pendeta jemaat Pantekosta kecil di pusat kota London. Tiga kali seminggu, kami mengadakan kebaktian di jalanan, di tempat yang disebut sebagai Speakers’ Corner, Marble Arch.
Selama periode ini, saya mendapat mimpi yang sangat jelas di mana saya melihat sebuah kebaktian di jalanan yang umum dilakukan—sekelompok orang berdiri melingkar dan mendengarkan seorang pria di tengah-tengah mereka. Ia berkhotbah dengan penuh semangat. Namun ketika saya memperhatikan pria itu, saya tidak menyukai apa yang saya lihat. Ia bungkuk, berkaki pincang, dan berpunuk. Saya berkata dalam hati, apa yang ia katakan baik, tetapi saya tidak menyukai penampilannya.
Ketika terbangun, saya tidak memikirkan mimpi itu lagi sampai mimpi tersebut terulang kembali dua minggu kemudian. Terulangnya mimpi itu membuat saya menyadari bahwa Allah sedang mencoba menyampaikan sesuatu kepada saya. Saya mulai berdoa, menggambarkan kejadian dalam mimpi itu kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk menunjukkan siapa pengkhotbah itu. Siapakah orang itu? Pertanyaan ini dijawab dengan cara yang sama seperti nabi Natan menjawab Daud: "Engkaulah orang itu!" (2 Samuel 12:7 TB).
Salib: Jalan Keluar Kita
Saya menyadari bahwa Allah tidak sedang memberikan kritik terhadap apa yang saya kotbahkan, tetapi Ia sedang melihat saya, dan Ia tidak suka dengan apa yang Ia lihat. Saat itu, saya telah menerima Tuhan Yesus, dibaptis dalam Roh Kudus, dan dapat berbahasa roh. Waktu itu adalah sebelum hari raya Paskah, jadi gambaran tiga salib di bukit Golgota sangatlah jelas di dalam pikiran saya. Salib yang berada di tengah lebih tinggi daripada kedua salib lainnya. Selagi saya melihat gambaran ini dalam pikiran saya, Roh Kudus seakan bertanya kepada saya, “Lihat salib yang ditengah itu, untuk siapakah salib itu?” Kemudian Ia berkata lagi, “Berhati-hatilah dengan jawabanmu.” Saya kemudian berpikir, dan kemudian berkata, “Salib itu adalah untuk Barabas.” Ia berkata, “Itu jawaban yang benar.”
Saya menyadari sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya: salib itu ada untuk Barabas; salib itu menunggunya. Tetapi di saat-saat terakhir, Roh Kudus mengingatkan saya, Yesus menggantikan Barabas. “Ya,” saya membenarkan.
Lalu aku tersadar. Akulah penjahat yang untuknya salib itu dibuat. Salib itu dirancang sesuai ukuran dosaku. Aku lah yang seharusnya disalibkan di salib itu. Manusia lamaku pantas menerima salib itu, tetapi Yesus menggantikanku. Manusia lamaku telah disalibkan di dalam Dia.
Meraih Lebih Tinggi
Saya belum menjadi sempurna, tetapi saya terus berjuang menuju tujuan akhir. Saya tidak diam di tempat atau terjebak dalam kebiasaan, juga bukan budak tradisi. Saya tidak peduli apa yang dunia katakan atau pikirkan—yang penting bagi saya adalah apa yang Allah pikirkan. Saya telah dibebaskan dari perbudakan terhadap pendapat dunia ini.
Pada dasarnya, Rasul Paulus berkata:
“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14 TB)
Dengan kata lain, ketika dunia memandang Rasul Paulus, yang mereka lihat hanyalah mayat yang tergantung di kayu salib. Ketika Rasul Paulus memandang dunia, ia melihat hal yang sama—mayat yang tergantung di kayu salib. Itulah nilai dunia bagi dia; dunia tidak mengesankannya dengan kekayaan, pengetahuan, atau kuasanya, yang akan lenyap semuanya.
Syukur kepada Allah untuk salibNya! Jika bukan karena salib, kita akan menjadi budak selamanya. Salib adalah jalan kita menuju kebebasan. Jalan ini bukanlah jalan yang bebas dari penderitaan, tetapi "barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa " (1 Petrus 4:1 TB). Kita dapat mencapai titik di mana kita begitu muak dengan kedagingan kita sehingga ia tidak dapat lagi mencobai kita untuk berbuat dosa.
Hubungan Kita dengan Yesus
Dalam Pertempuran Sepanjang Masa, yang melibatkan kita semua, gereja yang sejati adalah kubu pertahanan kokoh yang melindungi dunia dari Antikristus. Namun, ketika gereja yang palsu meninggalkan gereja yang sejati—ketika ia menyerah pada tipu daya Setan dan mengingkari kesetiaannya kepada Allah—kubu pertahanan itu akan runtuh, membuka jalan bagi Antikristus untuk dinyatakan.
Oposisi akan meningkat, tetapi mereka yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Allah akan memakai kegiatan-kegiatan jahat Antikristus untuk memurnikan gereja yang sejati dan mempersiapkan mempelai wanita yang murni bagi Tuhan Yesus Kristus.
Menjadi bagian gereja yang sejati bukanlah mempertanyakan apakah kita dapat bernubuat atau dapat berbahasa roh atau seberapa banyak ayat Alkitab yang telah kita hafalkan. Melainkan, yang paling penting adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus Kristus. Apakah Ia adalah Tuhan atas hidup kita? Apakah hidup kita sepenuhnya untuk Dia? Kita membuktikan keanggotaan kita dalam gereja yang sejati sewaktu kita menghormati dan melayani Tuhan, tetap berdiri teguh untuk Dia bahkan ketika diperhadapkan dengan oposisi dan penganiayaan. Kita harus mengesampingkan label-label denominasi dan bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita akan setia kepada Yesus.
Kita harus melawan iblis, bertobat dari dosa-dosa kita, dan berserah kepada Allah, dengan demikian kita mencegah dominasi Setan. Jika kita mengasihi kebenaran, maka Allah akan melindungi kita dari penipuan.
Doa Penutup
Jika Anda rindu untuk tetap bebas dari penyesatan, dan menjadi pemenang dalam 'Peperangan Sepanjang Masa', marilah berdoa bersama saya sekarang:
*Prayer Response
Tuhan, kami menyerahkan diri kami kepada-Mu. Kami menanggalkan setiap area di mana penyesatan mungkin telah menguasai sebagian hidup kami. Kami melawannya dan mengusirnya dari kami, melepaskan diri kami dari cengkeramannya dalam nama Yesus.
Kami merangkul kebenaran yaitu Yesus, kebenaran yaitu Kitab Suci, dan kebenaran yaitu Roh Kudus. Kami membuka hati dan pikiran kami kepada-Mu, memohon agar Engkau memenuhi kami dengan kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Kode: TL-L157-100-IND