Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Memenangkan Pertempuran Sepanjang Masa

            Memenangkan Pertempuran Sepanjang Masa

            Derek Prince

            Teaching Legacy Letter

            4
            Membagikan
            Mendengarkan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2024

            *Last Updated: Februari 2026

            6 min read

            Kita membutuhkan seruan perang! Sesuatu yang luar biasa. Mengingat semua pergolakan yang mengelilingi kita di masa-masa sulit ini, kita membutuhkan semua pertolongan yang bisa kita dapatkan—dan sebuah seruan perang yang ampuh—untuk tugas yang ada di depan kita. Marilah kita angkat seruan yang memimpin tentara Israel menuju kemenangan: “Pujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya untuk selama-lamanya!”

            Dalam edisi revisi terbaru dari buku Perlindungan Dari Penyesatan (Protection from Deception), yang kini diterbitkan dengan judul Pertempuran Sepanjang Masa (Battle of the Ages), Derek Prince memperingatkan tentang bahaya terbesar yang akan dihadapi oleh umat Kristen di akhir zaman: penyesatan.

            Yesus akan datang kembali—tetapi Setan selalu memiliki rencana jahat untuk mengacaukan tujuan-tujuan Allah. Untuk dapat melakukan perlawanan, kita harus memahami tujuan-tujuannya di akhir zaman. Itulah fokus dari Bagian 3 dari seri kita, Pertempuran Sepanjang Masa.

            Mempertahankan Fokus

            Saya telah bertemu banyak orang Kristen yang mudah teralihkan dari fokus utama mereka kepada Allah. Ada banyak cara iblis untuk mengalihkan kita dari tujuan Allah bagi hidup kita. Dengan metode apa pun yang dapat dilakukannya, Setan membuat kita keluar dari jalur tujuan Allah. Seseorang mungkin bukan termasuk jiwa yang terhilang, tetapi ia mungkin menerima upah yang lebih kecil dalam kemuliaan daripada yang seharusnya ia terima. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi tentang menyelesaikan pertandingan iman, mencapai tujuan yang Allah tetapkan baginya:

            “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:12–14 TB)

            Saya telah melakukan pembelajaran Alkitab yang mendalam mengenai persyaratan untuk menggenapi panggilan kita di dalam Kristus, dan saya berpendapat bahwa semuanya dapat diringkas dalam satu kata: kesungguhan hati. Jika Anda menjadi bimbang dan membiarkan pikiran teralihkan, Anda tidak akan bisa menggenapi panggilan Anda.

            Orang Yang Tidak Lurus Hatinya

            Pada pertengahan tahun 1950-an, saya melayani sebagai pendeta jemaat Pantekosta kecil di pusat kota London. Tiga kali seminggu, kami mengadakan kebaktian di jalanan, di tempat yang disebut sebagai Speakers’ Corner, Marble Arch.

            Selama periode ini, saya mendapat mimpi yang sangat jelas di mana saya melihat sebuah kebaktian di jalanan yang umum dilakukan—sekelompok orang berdiri melingkar dan mendengarkan seorang pria di tengah-tengah mereka. Ia berkhotbah dengan penuh semangat. Namun ketika saya memperhatikan pria itu, saya tidak menyukai apa yang saya lihat. Ia bungkuk, berkaki pincang, dan berpunuk. Saya berkata dalam hati, apa yang ia katakan baik, tetapi saya tidak menyukai penampilannya.

            Ketika terbangun, saya tidak memikirkan mimpi itu lagi sampai mimpi tersebut terulang kembali dua minggu kemudian. Terulangnya mimpi itu membuat saya menyadari bahwa Allah sedang mencoba menyampaikan sesuatu kepada saya. Saya mulai berdoa, menggambarkan kejadian dalam mimpi itu kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk menunjukkan siapa pengkhotbah itu. Siapakah orang itu? Pertanyaan ini dijawab dengan cara yang sama seperti nabi Natan menjawab Daud: "Engkaulah orang itu!" (2 Samuel 12:7 TB).

            Salib: Jalan Keluar Kita

            Saya menyadari bahwa Allah tidak sedang memberikan kritik terhadap apa yang saya kotbahkan, tetapi Ia sedang melihat saya, dan Ia tidak suka dengan apa yang Ia lihat. Saat itu, saya telah menerima Tuhan Yesus, dibaptis dalam Roh Kudus, dan dapat berbahasa roh. Waktu itu adalah sebelum hari raya Paskah, jadi gambaran tiga salib di bukit Golgota sangatlah jelas di dalam pikiran saya. Salib yang berada di tengah lebih tinggi daripada kedua salib lainnya. Selagi saya melihat gambaran ini dalam pikiran saya, Roh Kudus seakan bertanya kepada saya, “Lihat salib yang ditengah itu, untuk siapakah salib itu?” Kemudian Ia berkata lagi, “Berhati-hatilah dengan jawabanmu.” Saya kemudian berpikir, dan kemudian berkata, “Salib itu adalah untuk Barabas.” Ia berkata, “Itu jawaban yang benar.”

            Saya menyadari sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya: salib itu ada untuk Barabas; salib itu menunggunya. Tetapi di saat-saat terakhir, Roh Kudus mengingatkan saya, Yesus menggantikan Barabas. “Ya,” saya membenarkan.

            Lalu aku tersadar. Akulah penjahat yang untuknya salib itu dibuat. Salib itu dirancang sesuai ukuran dosaku. Aku lah yang seharusnya disalibkan di salib itu. Manusia lamaku pantas menerima salib itu, tetapi Yesus menggantikanku. Manusia lamaku telah disalibkan di dalam Dia.

            Meraih Lebih Tinggi

            Saya belum menjadi sempurna, tetapi saya terus berjuang menuju tujuan akhir. Saya tidak diam di tempat atau terjebak dalam kebiasaan, juga bukan budak tradisi. Saya tidak peduli apa yang dunia katakan atau pikirkan—yang penting bagi saya adalah apa yang Allah pikirkan. Saya telah dibebaskan dari perbudakan terhadap pendapat dunia ini.

            Pada dasarnya, Rasul Paulus berkata:

            “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14 TB)

            Dengan kata lain, ketika dunia memandang Rasul Paulus, yang mereka lihat hanyalah mayat yang tergantung di kayu salib. Ketika Rasul Paulus memandang dunia, ia melihat hal yang sama—mayat yang tergantung di kayu salib. Itulah nilai dunia bagi dia; dunia tidak mengesankannya dengan kekayaan, pengetahuan, atau kuasanya, yang akan lenyap semuanya.

            Syukur kepada Allah untuk salibNya! Jika bukan karena salib, kita akan menjadi budak selamanya. Salib adalah jalan kita menuju kebebasan. Jalan ini bukanlah jalan yang bebas dari penderitaan, tetapi "barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa " (1 Petrus 4:1 TB). Kita dapat mencapai titik di mana kita begitu muak dengan kedagingan kita sehingga ia tidak dapat lagi mencobai kita untuk berbuat dosa.

            Hubungan Kita dengan Yesus

            Dalam Pertempuran Sepanjang Masa, yang melibatkan kita semua, gereja yang sejati adalah kubu pertahanan kokoh yang melindungi dunia dari Antikristus. Namun, ketika gereja yang palsu meninggalkan gereja yang sejati—ketika ia menyerah pada tipu daya Setan dan mengingkari kesetiaannya kepada Allah—kubu pertahanan itu akan runtuh, membuka jalan bagi Antikristus untuk dinyatakan.

            Oposisi akan meningkat, tetapi mereka yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Allah akan memakai kegiatan-kegiatan jahat Antikristus untuk memurnikan gereja yang sejati dan mempersiapkan mempelai wanita yang murni bagi Tuhan Yesus Kristus.

            Menjadi bagian gereja yang sejati bukanlah mempertanyakan apakah kita dapat bernubuat atau dapat berbahasa roh atau seberapa banyak ayat Alkitab yang telah kita hafalkan. Melainkan, yang paling penting adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus Kristus. Apakah Ia adalah Tuhan atas hidup kita? Apakah hidup kita sepenuhnya untuk Dia? Kita membuktikan keanggotaan kita dalam gereja yang sejati sewaktu kita menghormati dan melayani Tuhan, tetap berdiri teguh untuk Dia bahkan ketika diperhadapkan dengan oposisi dan penganiayaan. Kita harus mengesampingkan label-label denominasi dan bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita akan setia kepada Yesus.

            Kita harus melawan iblis, bertobat dari dosa-dosa kita, dan berserah kepada Allah, dengan demikian kita mencegah dominasi Setan. Jika kita mengasihi kebenaran, maka Allah akan melindungi kita dari penipuan.

            Doa Penutup

            Jika Anda rindu untuk tetap bebas dari penyesatan, dan menjadi pemenang dalam 'Peperangan Sepanjang Masa', marilah berdoa bersama saya sekarang:

            *Prayer Response

            Tuhan, kami menyerahkan diri kami kepada-Mu. Kami menanggalkan setiap area di mana penyesatan mungkin telah menguasai sebagian hidup kami. Kami melawannya dan mengusirnya dari kami, melepaskan diri kami dari cengkeramannya dalam nama Yesus.

            Kami merangkul kebenaran yaitu Yesus, kebenaran yaitu Kitab Suci, dan kebenaran yaitu Roh Kudus. Kami membuka hati dan pikiran kami kepada-Mu, memohon agar Engkau memenuhi kami dengan kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus, amin.

            Aku Sudah Berdoa
            4
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Memenangkan Pertempuran Sepanjang Masa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: TL-L157-100-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan