Kepercayaan

Derek Prince
*First Published: 2006
*Last Updated: April 2026
15 min read
This teaching is not currently available in Bahasa Indonesia.
Jika Anda dapat meyakinkan orang-orang bahwa keadaan ekonomi negara kita akan jatuh, dan Anda dapat membuat semua orang membicarakannya, menurut Anda, sebagai hasilnya apa yang akan terjadi? Keadaan ekonomi akan benar-benar jatuh! Alasan sederhana karena sistem perekonomian kita mempunyai satu dasar yang penting, yaitu kepercayaan. Hal yang sama berlaku untuk semua sistem : baik itu keuangan, politik, dan kerohanian: Jika kepercayaan itu disangsikan, maka akan timbul bencana.
Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan tentang tiga tema yang berkaitan dengan kepercayaan, yaitu: Kepercayaan terhadap Tuhan, kepercayaan terhadap sesama saudara seiman, dan peringatan untuk tidak menyerah dalam kepercayaan kita.
Saya ingin menjelaskan beberapa contoh tentang kepercayaan terhadap Tuhan, yang pertama dari Perjanjian Lama dan kemudian dari Perjanjian Baru. Jika Anda ingin menerima firman ini dengan iman, saya sungguh percaya bahwa hati Anda akan dipenuhi oleh kepercayaan ilahi. Sebuah catatan luar biasa tentang kepercayaan dan kemenangan disuarakan dalam pembukaan Mazmur 27.
“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku: sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.”
Rahasia dari kemenangan Daud sepanjang hidupnya adalah kepercayaannya yang begitu kuat terhadap Tuhan. Apapun yang terjadi, ketika musuhnya datang menyerangnya, atau tentara musuh bangkit untuk berperang melawannya, Daud sepenuhnya percaya kepada Tuhan. Dalam Amsal 3:23- 26 kita menemukan lagi satu ayat yang indah tentang kepercayaan.
“ Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu [dalam bahasa Inggris: kepercayaanmu], dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.”
Alkitab secara konsisten terus mengajarkan bahwa umat Tuhan tidak perlu takut. Itulah sebabnya kenapa saya keberatan dengan pengajaran dan nubuatan yang mengimpartasikan ketakutan terhadap umat Tuhan. Tuhan berkata bahwa bila ada kebinasaan datang tiba-tiba, jangan takut, jika engkau bukan orang fasik, maka hal itu tidak akan menimpamu. Ayat 26 memberitahukan secara tepat tentang dimana kita bisa menemukan kepercayaan:“Tuhan akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.”Tuhan tidak pernah berubah. Tuhan selalu dalam kendali. Tuhan tidak pernah bingung. Tuhan tidak pernah dikejutkan dengan suatu keadaan atau situasi berbahaya apapun dan Tuhan selalu mempunyai jawabannya.
Amsal 14:26 berkata:”Dalam takut akan Tuhan ada ketentraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak- anak-Nya.” Jika kita mempunyai sikap hati yang benar terhadap Tuhan, maka kita tidak perlu khawatir. Tuhan adalah naungan dan tempat perlindungan kita.
Di dalam Perjanjian Lama,Yesaya berkata:
“Sebab beginilah firman Tuhan Allah Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat, “maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas, “ maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.” Yesaya 30:15-16
Tuhan memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya, untuk tinggal tenang dan percaya kepada-Nya. Mereka yang menolak panggilan Tuhan dan tidak lagi tenang dan percaya akan menemukan bahwa mereka akan kewalahan akibat masalah dan persoalan hidup mereka, meskipun juga Tuhan tetap menyediakan jalan bagi mereka untuk keluar dari masalah itu. Waktu demi waktu, hal ini menjadi nyata dalam sejarah bangsa Israel. Ketika umat Tuhan taat kepada-Nya, musuh mereka dikalahkan, dan Israel hidup dengan tenang. Tetapi ketika bangsa Israel bersandar pada kekuatan mereka sendiri, mereka dikalahkan dan akhirnya mereka diserakkan diantara bangsa-bangsa.
Di dalam Perjanjian Baru, kata Yunani yang diartikan sebagai kepercayaan mempunyai arti yang sangat kuat. Kata itu secara khusus berkaitan dengan kepercayaan dalam perkataan. Dalam penggunaannya, kata ini diartikan sebagai “kebebasan untuk berbicara” atau hak untuk menyuarakan apa yang Anda pikirkan. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak perlu berdiam dalam meyakini sesuatu. Anda mempunyai hak mutlak untuk mengucapkannya dan tidak ada seorangpun yang berhak melarangAnda untuk bersuara.
Di dalam ayat Perjanjian Baru, kita akan melihat tentang bagai- mana mempunyai kepercayaan terhadap Tuhan melalui doa.
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah (Kita bisa mengatakan apa saja yang kita mau kepada Tuhan), dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” 1 Yohanes 3:21-22
Perhatikan sekali lagi: syarat dasar untuk doa yang terkabul adalah kepercayaan. Jangan biarkan iblis mencuri kepercayaan itu. Anda mempunyai hak berdoa dan sebuah petisi (surat per- mohonan) supaya doa Anda terkabul karena Yesus telah membe-rikannya kepada Anda. Hal itu sudah ditulis dalam konstitusimu.
Serangan lain dari musuh yang banyak menyerang orang Kristen adalah rasa tertuduh akibat penghukuman. Roma 8 menunjukkan kita bahwa hidup dalam Roh adalah hidup yang bebas dan merdeka, tanpa bayangan penghukuman.Anda tidak bisa memasuki hidup yang diberikan dalam Roma 8, jika Anda hidup dalam bayangan penghukuman. Syarat utama dinyata kan dalam pembukaan pasal itu: “Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak berjalan menurut daging, tetapi berjalan menurut Roh (terjemahan dari Alkitab versi NKJV).”
Rasa tertuduh akibat bayangan penghukuman adalah rintangan bagi kita untuk mengalami kemerdekaan, sukacita, damai, dan kuasa Roh Kudus. Tetapi sikap yang benar dalam kepercayaan kita akan memampukan kita untuk melewati rintangan ini dalam hidup kita.
Kepercayaan Terhadap Sesama Saudara Seiman
Aspek kedua adalah mempunyai kepercayaan terhadap sesama saudara seiman. Kita semua mungkin setuju kalau hal ini mungkin lebih berat untuk dilakukan bila dibandingkan dengan percaya kepada Tuhan.
Sangatlah menarik bahwa kata “percaya” dalam terjemahan Inggris berasal dari kata Yunani yang berbeda, tergantung dari kepercayaan terhadap Tuhan atau terhadap manusia. Untuk beberapa alasan, Tuhan tidak ingin supaya kita menaruh kepercayaan terhadap sesama saudara seiman kita sama seperti jenis kepercayaan yang kita miliki terhadap Tuhan. 2 jenis kepercayaan yang berbeda. Tetapi, Tuhan tetap menginginkan kita untuk percaya. Dalam bahasa Inggrisnya, kata “trust” lebih tepat digunakan sebagai bentuk kepercayan terhadap sesama saudara seiman, sedangkan kepercayaan terhadap Tuhan lebih tepat menggunakan kata “confidence”.
Jelas terlihat dari Paulus bahwa dia juga memiliki kesulitan berurusan dengan manusia sama seperti yang sedang kita hadapi sekarang ini. Jemaat di Korintus mabuk-mabukan, mereka menyalahgunakan karunia Roh, seorang pria tidur dengan istri dari ayahnya sendiri, mereka butuh nasehat dalam keuangan mereka. Dalam kenyataannya, mereka memiliki banyak masalah! Meskipun begitu, saya ingin Anda memperhatikan tentang apa yang dikatakan Paulus kepada orang-orang itu di II Korintus 2 setelah dia “meluruskan” mereka dalam suratnya yang sebelumnya.
“Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu.” Ayat 3
Itu adalah pernyataan yang luar biasa jika Anda mempertimbangkan semua masalah yang mereka hadapi. Paulus berkata bahwa dia “yakin”(percaya) pada mereka semua! Bagi saya, hal ini menunjukkan bahwa Paulus adalah seorang “raksasa iman”.
Saya percaya bahwa menaruh kepercayaan terhadapmanusia adalah sebuah contoh dari kedewasaan rohani. Sayajuga mempercayai bila saya percaya terhadap mereka, makahal itu akan memberikan sesuatu bagi hidup mereka. Jika orangtua percaya kepada anaknya, maka hal itu akan mengangkat,membangkitkan semangat anak-anak mereka. Tetapi jikaorang tua terus meragukan dan mengkritik anak-anaknya,maka hal itu akan menjatuhkan mereka dan membuat merekamerasa tidak aman.
Orang tua yang selalu mengkritik dan tidak pernah memuji anak-anaknya mungkin berpikir bahwa mereka pintar. Tapi menunjuk-nunjuk kesalahan kepada orang lain tidak membuktikan bahwa Anda pintar, karena kesalahan seseorang biasanya terlihat jelas. Untuk menaruh kepercayaan terhadap manusia jauh lebih sulit daripada meragukan dan mengkritik mereka, dan hal itu membutuhkan kekuatan dari Roh Kudus.
Mari lihat ayat lain yang berbicara tentang percaya terhadap sesama saudara seiman kita.
“Dalam Tuhan aku yakin (percaya) tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.” Galatia 5:10
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Filipi 1:6:
Apakah Anda percaya kepada semua orang dalam gereja Anda? Apakah Anda benar-benar percaya kalau Tuhan akan menyelesaikan apa yang Ia sudah mulai dalam hidup setiap mereka? Jika Anda percaya, maka Anda akan merasa berbeda dalam hubungan Anda dengan orang-orang dalam komunitas Anda. Anda mungkin masih akan sadar terhadap masalah- masalah mereka, tetapi Anda akan melihat mereka dari sisi pandang yang berbeda.
Saya yakin sepenuhnya bahwa Tuhan tidak akan pernah memulai sesuatu yang tidak bisa Ia selesaikan. Saya menerapkan hal ini dalam kasus saya sendiri. Ketika Tuhan pertama kali memanggil saya untuk melayani-Nya, Ia harus berurusan dengan banyak masalah dalam hidup saya. Meski- pun demikian, Tuhan tetap menaruh kepercayaan kepada saya untuk saya bisa menghadapi semua masalah tersebut.
Ketika saya baru menerima keselamatan, saya adalah seorang professor, sarjana, dan ahli filsafat. Saya benar-benar berpikir bahwa Tuhan sungguh beruntung mendapatkan saya! Tapi setelah Tuhan berurusan dengan saya, saya menyadari bahwa tidaklah demikian. Saya mulai melihat bahwa ketika Tuhan memilih saya, Tuhan harus berurusan dengan banyak masalah dalam hidupku yang akan membutuhkan kesabaran dan hikmat ilahi dari Tuhan supaya mampu membereskan semua masalah itu. Tetapi, saya bersyukur kepada Tuhan bahwa hari ini saya bisa berbagi kepercayaan dengan-Nya bahwa Tuhan akan menyelesaikan apa yang Ia sudah mulai bahkan dalam hidupku! Paulus mencatat sebuah pernyataan yang luar biasa di II Tesalonika 3:3-4:
“Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.”
Berapa banyak pendeta yang bisa berkata tentang orang- orang yang mencari mereka dalam hal kepemimpinan? Jika pendeta itu percaya kepada mereka, maka hal itu akan memotivasi dan membangkitkan iman mereka terhadap Tuhan. Tetapi jika yang bisa dilihat pendeta itu hanyalah masalah mereka, mereka akan semakin merasa tertuduh dan dibuat jatuh dalam iman mereka.
Kepercayaan terhadap seseorang akan memerdekakan orang tersebut. Jim Moore pernah berkata, “Ketika seorang pria bertengkar dengan istrinya, senjata yang terbaik adalah membuat dia merasa tertuduh.” Ketika Anda, para suami, membuat istri Anda merasa tertuduh, Anda hanya akan mempersiapkan sebuah masalah yang nantinya akan Anda hadapi. Tetapi, jika Anda membangkitkan semangat mereka dengan Anda percaya kepada mereka, Anda akan mengangkat mereka menuju tempat yang damai dan aman.
Peringatan Tentang Hilangnya Kepercayaan
Sekarang, mari kita melihat peringatan yang memperingatkan supaya kita jangan kehilangan kepercayaan itu yang terdapat dalam surat kepada orang Ibrani. Masalah terbesar orang Ibrani adalah meskipun mereka memulai dengan iman, mereka kembali lagi bergantung kepada kekuatan mereka sendiri. Mereka memulai dengan kuasa kemerdekaan dari Roh, tetapi mereka berbalik kepada agama, upacara, dan adat-istiadat. Dan tidak ada dasar yang cukup dalam semua hal itu.
Ada lima peringatan yang terpisah di dalam kitab Ibrani, semua peringatan itu ditulis dan ditujukan kepada orang percaya. Kita akan membuka tiga dari lima peringatan itu. Peringatan-peringatan itu adalah beberapa dari peringatan yang paling keras yang bisa kita temukan dalam Perjanjian Baru. Intinya, penulis surat itu berkata, “Janganlah hilang kepercayaanmu; jangan menjadi terlalu agamawi sehingga kamu tidak bisa menikmati Tuhan; dan jangan menjadi terlalu serius dalam beragama sehingga kamu tidak lagi merasakan sukacita. “ Kita bisa menjadi terlalu sibuk dalam apa yang kita lakukan sehingga kita kehilangan sukacita dalam melakukannya.
Salah satu hal yang paling hebat dalam kekristenan adalah spontanitas. Jangan sampai kita kehilangan itu. Ketika saya melihat kembali masa lalu saya, saya menemukan bahwa kebanyakan dari keputusan besar yang pernah saya ambil datang secara tidak sengaja (kebetulan). Hal itu tidak membuat saya terdengar rohani, tetapi itu adalah benar. Sebagai contoh, kedatanganku ke Amerika Serikat tahun 1963, yang menjadi titik balik yang besar dalam kehidupanku dan itu terjadi secara tidak sengaja.
Semua rencana dan rancangan yang kita buat tidaklah cukup, semua itu tidak akan membuat pekerjaan kita selesai. Rancangan yang dibuat oleh manusia akan menghasilkan “Ismael”. Ismael adalah “hasil yang terbaik” yang mampu dihasilkan oleh Abraham tanpa kasih karunia dan kuasa dariAllah, dan tetap saja, Ismael tidaklah cukup baik.
Suatu tes yang saya lakukan untuk mengetahui bila sesuatu itu dari Tuhan atau bukan adalah melihat apakah hal itu dihasilkan dengan cara yang supraalami. Jika hal itu sepenuhnya merupakan hasil dari rencana dan rancangan saya sendiri, maka saya harus bertanya apakah hal itu dari Tuhan atau tidak. Saya percaya bahwa kita juga harus mengerjakan sesuatu dan menjadi praktis di dalam mengerjakannya, tapi sesungguhnya apa yang kita kerjakan haruslah berdasarkan kasih karunia dan pertolongan dariAllah.
Itulah perbedaan Ismael dan Ishak. Ismael dilahirkan oleh kekuatan alami manusia, tetapi Ishak dilahirkan oleh kekuatan Tuhan (supraalami). Kelahiran Ishak jauh diatas pemikiran dan kemampuan Abraham seperti langit yang terletak jauh diatas bumi. Yesaya 55:8-9:
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Rancangan kita ada di level dunawi, rancangan Tuhan ada di level surgawi. Bukan berarti rancangan Tuhan tidak bisa bekerja diatas bumi, tapi apa yang kita lakukan di bumi harus kita pastikan bahwa hal itu berasal dari Tuhan, yaitu rancangan surgawi.
Hasil dari rancangan manusia tidak akan membuat kita mampu untuk melewati tekanan dan masalah yang harus kita lalui. Pernikahan saya dengan Lidya, istri pertama saya, terjadi secara supraalami [rancangan Tuhan]. Tuhan yang menunjukkan kepada saya dengan siapa saya akan menikah. Lydia dan saya dihadapkan dengan tekanan dan masalah yang harus kami lewati, kami mungkin tidak akan pernah bisa melaluinya jika pernikahan kami adalah hasil dari rancangan manusia.
Hal yang sama berlaku juga dalam pernikahan saya yang kedua dengan Ruth [setelah Lidya meninggal-red] . Kehendak Tuhan dalam hal ini dibukakan kepada kita masing-masing oleh Tuhan secara ajaib dan atas kehendak-Nya sendiri. Pernikahan itu sendiri adalah sesuatu yang supraalami, hal ini tidak terjadi karena pemikiran manusia. Tuhanlah yang pertama memikirkan dan kemudian membuat suatu pernikahan, bukan manusia. Itulah mengapa pernikahan itu adalah hal yang serius di mata Tuhan.
Ada tiga hal yang spesifik dalam kita Ibrani yang mengandung syarat berdasarkan kepercayaan.Yang pertama adalah Ibrani 3:6:
“tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah- Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.”
Kata “megah” bila diterjemahkan dalam bahasa Inggrisnya versi adalah “bangga”. Kita sudah membaca di awal bahwa kepercayaan diekspresikan dengan “kebebasan untuk berbicara”- Tuhan mau kita berbangga akan-Nya, Tuhan mau kita menceritakan kepada semua orang tentang Dia. Itulah syarat untuk menjadi gereja sejati: teguh berpegang pada kepercayaan yang kita banggakan dan memberitakan itu kepada semua orang.
Kedua, Ibrani 3:14 berkata:
“Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”
Ayat ini menunjukkan bahwa bagian kita (keselamatan) diperoleh dengan syarat kita tidak menyerah dalam keyakinan (kepercayaan) kita.Dalam bahasa tradisional teologia, hal ini dikenal sebagai “keyakinan (kekuatan) orang suci”. Mereka yang tidak yakin (percaya) tidak memenuhi syarat untuk menjadi orang suci.
Yang terakhir, mari kita coba membaca ayat dari Ibrani 10:35-36:
“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Salah satu bagian penting dalam perlengkapan seorang prajurit adalah perisainya. Dalam literatur Yunani, penghinaan terbesar bagi seorang prajurit adalah melepasakan perisainya dan melarikan diri dari medan peperangan tanpa mengena- kannya. Ketika Paulus menuliskan disini, “Janganlah kamu melepaskan” Saya percaya bahwa dia sedang berpikir tentang penghinaan akibat melepaskan perisaimu. Jadi, sebenarnya dia ingin berkata.” Jangan melepaskan kepercayaanmu, yang adalah perisaimu. Jangan melepaskannya karena ada hadiah besar yang sedang menantimu jika engkau tetap berpegang padanya.” Kita harus mengencangkan pegangan kita terhadap perisai kepercayaan itu dan berketetapan untuk tidak pernah melepaskannya apapun yang terjadi.
Jika kita melihat ke depan, maka kita akan dapat melihat masa depan yang menantang dan juga menakutkan. Di semua bagian dunia, kedamaian sedang terancam, pergolakan dan ketidakpastian terjadi setiap harinya. Namun tetap, dibalik semua ini, sebagai orang Kristen, kita mempunyai seorang Raja yang mempunyai rencana dan jawaban bagi setiap situasi yang sedang kita alami. Adalah Dia yang berkata bahwa Dia akan menjadi tempat perlindungan kita pada saat terjadi badai. Kerajaan yang dikuasai-Nya tidak terguncang dan dasar dimana kita dibangun tidak akan pernah bisa dipindahkan.
Oleh karena itu, kita bisa menempatkan diri kita sesuai dengan setiap janji-Nya, dalam Amsal 3:23-26 bagi mereka yang menjadikan Tuhan sebagai kepercayaan-Nya:
“Aku akan berjalan di jalanku dengan aman. Ketika aku berbaring, aku tidak akan takut. Aku tidak akan takut terhadap kekejutan yang tiba-tiba, Ataupun terhadap kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Tuhan akan menjadi kepercayaanku.”
Kode: TL-L051-100-IND